Cerita Populer: Bayangan Yang Menatapku Dari Balik Api

Bayangan yang Menatapku dari Balik Api

Babak pertama dimulai di tengah hiruk pikuk Pasar Malam Lentera di Kota Chang'an. Aroma rempah dan suara tawa beradu dengan denting lonceng perak yang digantung di setiap sudut. Namun, bagi Lin Wei, semua itu terasa jauh. Ia merasakan sesuatu yang SALAH, sebuah getaran halus yang membuatnya merinding.

"Wei'er, kenapa kau melamun?" sapa Yan, sahabatnya, sambil menyodorkan lentera berbentuk burung phoenix. Lentera itu menyala aneh, apinya memantulkan bayangan yang seolah menatap Lin Wei.

Malam itu, Lin Wei bermimpi. Ia melihat dirinya sendiri, terbaring kaku di tengah padang lavender, dikelilingi api biru yang menari-nari. Sebuah suara, rendah dan berbisik, memanggil namanya: " Ling Shi…Ling Shi…".

Keesokan harinya, Lin Wei mendapati dirinya berada di dunia yang asing. Bukan lagi Chang'an yang ramai, melainkan hutan berkabut yang dipenuhi pohon-pohon bercahaya. Di depannya berdiri seorang pria berambut perak, matanya setajam pisau.

"Selamat datang, Ling Shi," ucap pria itu, senyumnya dingin. "Dunia Roh telah menantimu."

Dunia Roh… dunia tempat bayangan berbicara, lentera menyala di air, dan Bulan Mengingat Nama. Lin Wei, atau Ling Shi, adalah reinkarnasi dari seorang Penjaga Gerbang antara dunia manusia dan dunia roh. Kematiannya di dunia manusia bukanlah akhir, melainkan awal dari takdir yang jauh lebih besar.

Ia belajar mengendalikan kekuatan roh, berteman dengan arwah penasaran, dan menghadapi monster yang bersembunyi di balik ilusi. Pria berambut perak itu, Kaisar Yin, membantunya, melatihnya, dan melindunginya. Cinta tumbuh di antara mereka, cinta yang terlarang, karena Ling Shi terikat sumpah untuk menjaga keseimbangan, bukan untuk menjalin hubungan.

Namun, ada yang janggal. Bayangan Lin Wei sendiri mulai bertingkah aneh, berbisikkan kata-kata yang membuatnya ragu pada Kaisar Yin. "Ia menyembunyikan sesuatu, Ling Shi. Kematianmu… itu bukan kecelakaan."

Rahasia mulai terkuak. Ternyata, Kaisar Yin-lah yang mengatur kematian Lin Wei di dunia manusia, demi membangkitkannya sebagai Ling Shi dan memanfaatkannya untuk membuka gerbang menuju dunia manusia. Cintanya? Sebuah KEBOHONGAN. Manipulasi.

Siapa yang benar-benar mencintai Lin Wei? Siapa yang memanipulasi takdirnya? Jawabannya ada di balik api biru, di dalam ingatan bulan. Sosok lain muncul, seorang arwah kuno yang telah lama mengamati Lin Wei, mencintainya dari jauh, dan siap mempertaruhkan segalanya untuk melindunginya.

Pertempuran besar terjadi. Api biru beradu dengan pedang perak. Bayangan-bayangan menari dalam kematian. Ling Shi harus memilih. Memilih antara cinta palsu dan cinta sejati, antara takdir yang dipaksakan dan takdir yang dipilihnya sendiri.

Pada akhirnya, Lin Wei memilih. Ia memilih untuk membebaskan dirinya dari belenggu takdir. Ia memilih untuk menjadi dirinya sendiri, bukan Ling Shi, bukan boneka Kaisar Yin, melainkan Lin Wei yang berhak menentukan jalannya sendiri.

Namun, harga yang harus dibayar sangat mahal. Gerbang antara dunia manusia dan dunia roh terbuka, mengancam keseimbangan. Dan di tengah kekacauan itu, Lin Wei menyadari bahwa musuh sebenarnya bukanlah Kaisar Yin, melainkan sesuatu yang jauh lebih besar, sesuatu yang bersembunyi di balik topeng kebaikan.

Sebelum menutup gerbang untuk selamanya, Lin Wei mengucapkan mantra terakhir, mantra yang akan mengikat takdirnya dengan dunia roh:

"Saat bintang jatuh, kenangan akan kembali, dan kebenaran akan terungkap… selamanya."

You Might Also Like: Cerita Seru Aku Mencintaimu Meski Tuhan

Post a Comment