Harus Baca! Aku Mencintaimu Dalam Setiap Kesalahan Yang Kita Sembunyikan

Aku Mencintaimu Dalam Setiap Kesalahan yang Kita Sembunyikan

Malam itu sunyi. Hanya gesekan halus senar guqin yang menemani kesendirianku di paviliun. Setiap nada bagai tetesan air mata, mengalir perlahan menelusuri luka lama. Luka yang bernama Lin Wei.

Dulu, aku, Mei Lan, dan Lin Wei adalah sahabat. Tumbuh bersama di perkebunan teh keluarga. Aku mencintainya, mencintai senyumnya yang menenangkan, caranya menatap dunia dengan mata penuh harapan. Tapi Lin Wei, dia memilihnya… memilih Su Feng, pewaris tunggal kerajaan bisnis yang gemerlap.

Aku melihatnya. Aku melihat bagaimana Lin Wei menatap Su Feng, tatapan yang seharusnya menjadi milikku. Aku melihat kebahagiaannya, kebahagiaan yang bukan bersumber dariku. Dan aku… aku memilih DIAM.

Bukan karena aku lemah. Bukan karena aku tak berani. Aku punya alasan. Sebuah alasan yang terkubur dalam-dalam, sebuah rahasia yang akan menghancurkan segalanya jika terungkap.

Suatu malam, aku tak sengaja mendengar percakapan mereka. Su Feng, dengan nada dingin yang membuat bulu kuduk meremang, mengatakan sesuatu tentang "kesepakatan" dan "warisan." Lin Wei tampak ketakutan.

Sejak saat itu, aku mulai mengumpulkan kepingan teka-teki. Aku menemukan dokumen-dokumen tersembunyi, surat-surat anonim, transaksi mencurigakan. Semakin dalam aku menggali, semakin jelas gambaran mengerikan itu: Su Feng tidak mencintai Lin Wei. Dia hanya menginginkan kekayaan keluarganya. Dia hanya ingin MEMANFAATKANNYA.

Tapi kenapa Lin Wei tetap bersamanya? Itulah pertanyaan yang terus menghantuiku.

Beberapa bulan kemudian, pernikahan mereka dilangsungkan. Aku hadir, sebagai sahabat yang tegar, dengan hati yang hancur berkeping-keping. Di tengah pesta, aku melihat Lin Wei menatapku. Tatapannya penuh kesedihan… dan permintaan maaf.

Tiba-tiba, lampu padam. Kekacauan melanda. Saat lampu menyala kembali, Su Feng tergeletak di lantai, tak sadarkan diri. Ada jarum kecil di lehernya.

Semua orang panik. Tapi aku tahu. Aku tahu siapa pelakunya. Bukan Lin Wei. Bukan pula orang lain yang terlihat mencurigakan.

Pelakunya adalah… IBU Su Feng sendiri.

Aku tahu karena aku melihatnya. Aku melihatnya menyelinap di antara kerumunan, jarum di tangannya tersembunyi di balik gaunnya yang mewah. Aku tahu karena aku mendengar percakapan mereka beberapa minggu sebelumnya. Ibunya tidak ingin Su Feng menikahi Lin Wei. Dia tahu Su Feng hanya menginginkan uang. Dan dia tidak akan membiarkannya terjadi.

Aku diam. Aku membiarkan polisi menangkap orang yang salah. Aku membiarkan Su Feng pulih dan hidup dalam ketakutan. Aku membiarkan Lin Wei terbebas dari cengkeramannya.

Karena rahasia yang kusembunyikan adalah… aku memiliki bukti. Aku punya rekaman suara, aku punya foto-foto. Aku bisa saja mengungkap semuanya. Tapi aku memilih untuk tidak melakukannya.

Karena jika aku mengungkapnya, rahasia yang lebih besar akan terbongkar. Rahasia tentang siapa aku sebenarnya. Rahasia tentang hubungan darahku dengan keluarga Su. Rahasia tentang… balas dendam yang telah kurancang selama bertahun-tahun.

Su Feng, dia hanya pion dalam permainanku. Permainan yang akan membuatnya kehilangan segalanya. Bukan dengan kekerasan. Bukan dengan intrik. Tapi dengan karma. Dengan takdir yang berbalik arah.

Beberapa tahun kemudian, perusahaan Su Feng bangkrut. Dia ditinggalkan oleh semua orang. Lin Wei, setelah pulih dari trauma, memulai hidup baru di tempat yang jauh. Aku melihatnya dari kejauhan, tersenyum tipis.

Aku tidak pernah membalas dendam secara langsung. Aku hanya membiarkan takdir melakukan tugasnya. Dan takdir, seperti yang sering terjadi, memiliki cara yang kejam namun indah untuk menyeimbangkan neraca.

Malam ini, di paviliun yang sepi, aku masih memainkan guqin. Nada-nada itu masih lirih, masih penuh penyesalan. Tapi ada sedikit ketenangan di sana, sedikit penerimaan.

Aku mencintaimu dalam setiap kesalahan yang kita sembunyikan, Lin Wei. Dan aku berharap, suatu hari nanti, kau akan mengerti… mengapa aku memilih untuk diam.

Namun, terkadang aku bertanya-tanya, apakah diamku ini benar-benar untuk melindungimu, atau hanya untuk melindungi diriku sendiri dari kebenaran yang terlalu pahit untuk ditelan…

You Might Also Like: 41 Tips Pelembab Ringan Lokal Untuk

OlderNewest

Post a Comment