Cerpen Terbaru: Cinta Yang Tak Pernah Kembali Dengan Utuh

**Cinta yang Tak Pernah Kembali Dengan Utuh** Aula *Emas* Istana Giok berkilauan di bawah ratusan lilin. Namun, cahaya itu terasa dingin, seolah tak mampu menghangatkan intrik yang mengalir di antara para pejabat yang hadir. Kaisar Li Wei, dengan jubah naga keemasannya, duduk di singgasana, tatapannya tajam mengamati setiap gerakan. Di sampingnya, berdiri Permaisuri Mei Lan, *bukan* istri pilihan hatinya, melainkan istri yang dipilihkan oleh kekuasaan. Mei Lan, dengan senyum tipis yang nyaris tak terlihat, menyimpan *PERASAAN* yang membara. Ia tahu, di balik senyum Kaisar, tersembunyi nama lain: Xiao Zhen, putri seorang jenderal yang dulu sangat dihormati, namun kini dituduh berkhianat. Xiao Zhen, yang dulu menjadi alasan Kaisar Li Wei tertawa lepas, kini menjadi duri dalam daging, kenangan yang harus dilenyapkan. Dulu, di taman tersembunyi istana, di bawah pohon *sakura* yang bermekaran, Li Wei dan Xiao Zhen saling berjanji. Janji tentang cinta abadi, tentang takhta yang akan mereka bagi. Namun, kekuasaan *MEMANG* kejam. Fitnah dan pengkhianatan meracuni pikiran Kaisar, membuatnya percaya bahwa Xiao Zhen dan ayahnya bersekongkol merebut takhta. Xiao Zhen diasingkan ke biara terpencil, hidup dalam kesunyian dan kepedihan. Li Wei, terbelenggu oleh *TUGAS* dan ketakutan, menikahi Mei Lan, seorang wanita dari keluarga bangsawan yang kuat. Ia mencoba melupakan Xiao Zhen, tapi bayangannya selalu menghantuinya. Bertahun-tahun berlalu. Mei Lan, yang menyaksikan kehancuran cinta Kaisar, diam-diam mengumpulkan kekuatan. Ia mempelajari *segalanya* tentang intrik istana, tentang kelemahan para pejabat, dan tentang *KERINDUAN* Kaisar pada Xiao Zhen. Ia tahu, cinta itu belum sepenuhnya padam, hanya terkubur dalam-dalam di balik dendam dan penyesalan. Suatu malam, di tengah pesta perayaan ulang tahun Kaisar, Mei Lan memberikan persembahan yang tak terduga: bukti bahwa Xiao Zhen tidak bersalah. Bukti yang *MENUNJUKKAN* bahwa keluarga Mei Lan-lah yang menjebak Xiao Zhen dan ayahnya, demi mengamankan posisi mereka di istana. Kaisar Li Wei terkejut. Kebenciannya luruh, digantikan penyesalan yang mendalam. Ia memerintahkan untuk membawa Xiao Zhen kembali ke istana. Namun, ketika Xiao Zhen tiba, ia bukan lagi gadis periang yang dulu dikenal Kaisar. Ia kini menjadi wanita *DINGIN*, anggun, dan penuh perhitungan. Xiao Zhen menatap Kaisar Li Wei, matanya tanpa emosi. "Cinta yang dulu pernah ada, Kaisar," ucapnya dengan suara pelan namun menusuk, "telah lama mati. Yang tersisa hanyalah *KEADILAN*." Malam itu, serangkaian kejadian tak terduga terjadi. Satu per satu, orang-orang yang bertanggung jawab atas penderitaan Xiao Zhen tewas secara misterius. Mei Lan ditemukan meninggal di kamarnya, secarik kertas dengan simbol *sakura* tergeletak di sampingnya. Kaisar Li Wei, yang merasa hancur dan dikhianati, hanya bisa menatap Xiao Zhen dengan tatapan kosong. Xiao Zhen, berdiri di balkon istana yang menghadap kota, tersenyum tipis. "Dendam ini," bisiknya pada angin malam, "telah terbalaskan." Dan kemudian, istana itu menjadi miliknya, *TAPI* dengan harga yang sangat mahal. Kisah itu memang berakhir, tetapi bisikan bahwa Xiao Zhen, sang putri yang dianggap lemah, adalah dalang dari segalanya, baru saja dimulai, dan sejarah baru saja menulis ulang dirinya sendiri...
You Might Also Like: 111 Suites And Hospitality Best Photos

OlderNewest

Post a Comment